Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik

Merangsang Pertumbuhan Akar dengan Bawang Merah


Bawang Merah


akar tanaman

Untuk tanaman yang mau di stek atau cangkok, guna mempercepat pertumbuhan akar maka olesilah bagian yang bakal masuk kedalam tanah atau mau dibungkus tanah dengan bawang merah, niscaya tanaman akan cepat berakar dan tumbuh dengan baik.

Untuk tanaman yang sudah hidup lembutkanlah 1 siung bawang merah dan campurkan dengan air 100-300 ml air dan semprotkan merata pada tanaman bagian daun hingga batang dan akarnya.

Untuk perbanyakan dengan biji, rendamlah biji ke dalam larutan air yang dicampur bawang merah yang telah dihaluskan selama 2 – 8 jam. Kemudian taburkan biji/benih secara merata ke media tanam. Niscaya benih akan lebih cepat tumbuh.
Read More..

Fig Varieties

1. PETITE NEGRI (a) (DWARF) large purple-black, dark red center (2 crops)
2. CELESTE (a) medium, purple-brown, dark red center, very sweet, sugary
3. ROYAL VINEYARD (a) large coppery-brown, pear-shaped, dark amber center (2 crops)
4. ALMA (a) medium, light yellow-amber, tan flesh, small eye (2 crops)
5. NERO (Italy) (a) large, purple-red (wine color) dark center (2 crops)

6. HARDY CHICAGO (a) medium-large, purple-brown, dark red center (2 crops) (prolific main crop)
7. OSBORNE PROLIFIC (a) medium, green to brown, amber center, sweet, very prolific, hardy (2 crops)
8. BLACK SPANISH (Franciscana) (a) large mahogany-black, red center, very sweet (2 crops)
9. BLACKJACK (a) large, purple-brown, dark red center, juicy (2 crops) (dwarf-tree, tends to spread)
10. GALBUN (a) large, reddish-brown, life amber center, delicately sweet (2 crops—prolific)

11. BEALL (a) large, reddish-brown, lite amber center (1 crop)
12. MARSEILLES (a) large yellow, clear flesh, very sweet (2 crops) (bears heavy on the 2nd crop)
13. TENA (Spanish) (a) large, yellow, round, clear center (2 crops—Condit-hybrid)
14. HUNTS (a) large, brown, amber center (2 crops)
15. JELLY (a) medium, white, white center, sweet, (2 crops) (Southern regions)

16. ITALIAN PURPLE BEEFERA (a) large, round, purple, sweet, strawberry center (2 crops)
17. ITALIAN PURPLE RED (a) medium, round, dark center (2 crops)
18. SICILIAN RED (a) medium, reddish-brown, dark red center (2 crops)
19. CONADRIA (Genoa) (a) large, purple-black, dark red center, (Greek-Aboukonis) (2 crops)
20. TEXAS EVERBEARING (a) large, dark coppery brown, dark center, (2 crops)

21. CHIOS-A (Greek) (a) large, white, pear shape, with strawberry center (2 crops)
22. CHIOS-B (Greek) (a) medium, reddish-brown, dark red center, sweet (2 crops)
23. CHIOS-C (Greek) (a) large, purple-black, dark red center (Greek-Aboukonis) (2 crops)
24. CORFU (Greek) (a) large, white pear shape, dark strawberry center, (2 crops) (Greek-Speros)
25. CRETE (Greek) (a) large, white, light strawberry center (2 crops/Greek-Kronos)

26. MYKONOS (Greek) (a) large, white, strawberry center (2 crops/Greek-Thina)
27. MYKONOS (Greek) (a) large, pear shape, reddish to purple black, white flesh, strawberry center (BrebaOnly) (Greek-Perkounis)
28. KALAMATA-A (Greek) (a) medium, black with dark red center, sweet, (2 crops)
29. KALAMATA-B (Greek) (a) large, round, white, dark-pink center (1 crop)
30. SICILIAN BLACK (Verna Grosso) (a) medium, black with dark center (Italian-Agrigenta)

31. SICILIAN BLACK (Sal’s) (Corelone) (Fico di Capo) (Fico-Nera) (a) medium to large, dark red center, (2 crops)
32. ITALY (Pasquale Bianco) (Italian) (a) medium, white, dark strawberry center (1 crop)
33. PASQUALE VERNINO (Italian) (a) medium, black, dark center, (1 crop)
34. WHITE BARESE (Columbro) (a) large white, with strawberry center (2 crops)
35. MALTA BLACK (Grandparent to Celeste) (a) medium, black, dark red center, sweet (2 crops)

36. MONTELLONE (Genoa, Italy) (a) large round, white, lite amber center (2 crops)
37. ISCHIA BLACK (Italy) (a) medium, black with dark center (2 crops)
38. FiCO BIANCO (Caiabria, Italy (a) large round, white red center (2 crops)
39. SICILIAN BLACK (Sal’s) (Fico Nera) (a) medium large, dark black, red center, very juicy & sweet (2 crops)
40. EASTERN BROWN TURKEY (a) Large, coppery brown, dark amber center (2 crops)

41. ITALIAN EVERBEARING (a) large, purple-brown, dark center (2 crops)
42. FICO BIANCO (Columbo, Italy) (Caserta) (b) large white, white flesh amber center (Breba-Only) (San Pedro)
43. FICO NERA DUEMANE (Sant-Angelo di Lombardi, Italy) (a) (mountain fig, 2 crops) medium purple black with red center, sweet
44. SICILIAN FICO ROSSO (Taranto, Sicily) (Breba-Crop, San Pedro) (b) large, red fig, white flesh, dark center
45. FICO NERA (Abruzzi, Italy )(Corragio) (a) medium, black fig, white flesh, dark red center (2 crops)

46. LARGE GREEK WHITE (Cyprus) (a) large, pear shape, dark red center (2 crops)
47. DESERT KING (Breba Crop Only—San Pedro) (a) large green with red center
48. LATTARULA (Italian Honey Fig) (a) large, dark amber center, very juicy (2 crops)
49. PETER’S HONEY (a) medium, round, yellow-green, dark amber center, very juicy, sweet (2 crops)
50. SICILIAN (Catania) (a) large, pear-shape, green-brown, dark golden amber center (2 crops)

51. NEVARELLA (Oregon) (a) medium brown, amber center (prolific)
52. FICO FIORI BIFARA (Caserta) (a) large, purple-brown, red center, (2 crops)
53. WHITE KADOTA (a) large, yellow-green, amber center (2 crops)
54. BLACK MISSION (a) large, purple-black, strawberry center, sweet, (2 crops)
55. VERTE (Ischia Green) (Italy) (a) large, green, amber center (2 crops)

56. SCILIAN WHiTE (Artata Musomelli) (a) large, green-yellow, thick pink to amber center, (2 crops)
57. GENOA (a) large, white, yellow-green strawberry red center (2 crops)
58. NEGRONNE (a) large, purple-black, pearshape, dark red center, very sweet (2 crops)
59. FICO BLANCO (Bifara Musomelli ) (Sicily) (b) large, mottled-green-yellow, golden amber center (2 crops)
60. FICO NERA (Siciliano Bifara) (San Pedro) (b) large, black, white flesh, dark-amber center (Breba only)

61. SAN PEDRO (California) (a) large, purple-brown (Turkey), dark red center, (2 crops)
62. EXCEL (a) medium-large, white, dark amber center (2 crops) (Condit hybrid)
63. CONANT (a) medium, brown, amber center, very sweet (2 crops)
64. SICILIAN (Agrigenta) (Bifara II) (a) large, round, purple-red, dark center, (2 crops)
65. PALESTINE BLACK ABDULLAH (b) medium, white flesh, amber center

66. FICO BIANCO ATREANO (Durazzano, Italy) (a) large, round, yellow-white, lite pink strawberry center (2 crops)
67. FICO NERA PAESE (Foggia) (Italian) (a) medium, black, dark-red center, (2 crops)
68. LARGE ROUND WHITE (Lombardy) (Northern Mountain Fig) (a) large, white,dark-amber center (2 crops)
69. CRETE GREEK FIG (Knosos Temple Ruins) (Hank) (a)
70. GREEK FIG (Santorini) (Hank) (a)

71. GILLETTE (Edible Capri Fig) (c) medium to large, white, white center, big seeds, solid flavor (2 crops)
72. FICUS PALMATUM (India) (Hank) (c) small, green, edible, (understock used for grafting)
73. BROWN GREEK WHITE (Salonika, San Pedro) (Breba only) (b) large, white, white center
74. RACXIOTKI VAVTO (Greek Macedonia) (San Pedro) (b) large, white, dark-amber center
75. FICO PICCOLO BIANCO (Calabria, Italy )(a) small, white, lite-amber center (2 crops)

76. CHIOS-D (Greek) (a) large, green-brown, dark golden amber center (2 crops)
77. FICO BIANCO SICILIANO (Sicily) (a) large, white dark-red center (2 crops)
78. VASILIKA SIKA (Greek, Athens) (King & Queen) (a) large, white, pear-shape blood-red center (2 crops)
79. ATHENS (Found North of Athens) (a) large, white, round dark red center (2 crops)
80. LARGE GREEK (Kephlonia) (a) large, red, red center

81. CRETE (Greek) (b) large, round, black, white flesh, amber center
82. CRETE (Breba Only) (San Pedro) (b)
83. CRETE GREEK FIG (Hank)
84. ATHENS GREEK FIG (Hank)
85. SICILIAN WHITE (Raffadale, Sicily ) (Sal’s) (a) large, white, round, white flesh, lite center (2 crops)

(Many new varieties not listed)

Source : BELLECLARE NURSERY (Dipaola) Plainveiw, NY. @2006
Read More..

Pupuk/Nutrisi Tanaman (Non Kimia)

Air Bekas Cuci Beras
Daripada air beras dibuang begitu saja, saya selalu memanfaatkannya untuk menyiram tanaman. Jangan kena daun ya karena akan membuat bercak putih pada daun. Cukup siramkan langsung pada tanah.

Air cucian beras mengandung Vitamin B1 mempunyai peranan di dalam metabolisme tanaman dalam hal mengkonversikan karbohidrat menjadi energi untuk menggerakkan aktifitas di dalam tanaman, sehingga dengan demikian tanaman yang mengalami stres karena kondisi bare root (pengiriman tanpa media) ataupun dikarenakan pemindahan tanaman ke media baru, segera melakukan aktifitas metabolisme untuk beradaptasi dengan lingkungan ataupun media yang baru. Untuk tanaman yang sudah sehatpun akan menjadi lebih tidak gampang stres.

Air Teh
Kalau semalam Anda membuat teh dan lupa meminumnya. Jangan buang teh itu karena sangat bermanfaat. Salah satu manfaatnya dapat menyuburkan tanaman. Caranya cukup dengan menyiramkan bagian akar dan tanah dengan menggunakan air teh basi tersebut.

Ampas Kopi
Bila Anda gemar meminum kopi, jangan buang ampasnya. Ampas kopi kaya kandungan Nitrogen, Fosfor dan Potasium (NPK) yang dibutuhkan tanaman. Demikian yang dirilis oleh soil and plant laboratory inc California amerika serikat. Oleh karenanya tebarkan ampas kopi disekitar perakaran tanaman dan sayuran dipot. Kandungan hara diampas kopi terurai pelan-pelan. Sumber majalah trubus edisi 500

Air Sisa Rebus Telur
Telur adalah salah satu sumber protein yang sangat penting. Biasa Anda apakan air sisa rebusan telur?. Hampir semua orang pasti membuang air tersebut begitu saja. Ternyata air sisa rebusan telur tersebut dapat di gunakan sebagai pupuk tanaman.
Read More..

Membuat (MOL) Mikro Organisme Lokal dari Buah

Buah yang digunakan juga bisa bervariasi tinggal pilih yang anda suka dan yang tersedia disekitar kita seperti pepaya, mangga, nangka, nanas, pisang dan tomat. Kelebihan Mol buah adalah memiliki aroma yang harum seperti aroma buah aslinya.

Bahan dalam pembuatan MOL buah :
  • 2 kg Limbah buah-buahan seperti nangka, pisang, mangga, pepaya, nanas, tomat
  • 2 ons gula merah
  • 2 liter air kelapa

Cara membuat Mol Buah :
  • Potong kecil-kecil buah-buahan yang tersedia
  • Masukkan gula merah yang telah disisir
  • Campurkan dengan air kelapa
  • Masukkan dalam jerigen dan tutup rapat
  • Biarkan terfermentasi selama 15 hari

Cara penggunaan Mol Buah :
  • Untuk pemupukan campurkan 150 ml dengan 15 liter air (1 tangki 15 – 17 liter), semprotkan ketanaman yang telah memasuki masa generatif atau tanaman yang mulai berbunga
  • Untuk pengomposan campurkan 1 bagian Mol buah dengan 5 bagian air dan tambahkan gula merah lalu semprotkan ke bahan organik yang akan di fermentasi.
Demikian cara pembuatan Mol buah dan manfaatnya bagi tanaman, semoga bisa kita manfaatkan dalam kegiatan pertanian kita.
Read More..

Membuat (MOL) Mikro Organisme Lokal dari Bonggol Pisang

Ingin tahu lebih jauh tentang MOL Bonggol Pisang ? Sebenarnya yang bisa dibuat mol bukan hanya bonggol pisang saja tetapi batangnya pun bisa digunakan untuk MOL, tetapi kalau MOL batang pisang manfaatnya tidak sehebat bonggol pisang. Dalam mol batang pisang lebih banyak mengandung unsur hara P atau phospat sehingga banyak digunakan sebagai penambah nutrisi tanaman.

Kalau begitu apa kandungan MOL bonggol pisang ?

MOL bonggol pisang mengandung Zat Pengatur Tumbuh Giberellin dan Sitokinin. Selain itu dalam mol bonggol pisang tersebut juga mengandung 7 mikroorganisme yang sangat berguna bagi tanaman yaitu : Azospirillium, Azotobacter, Bacillus, Aeromonas, Aspergillus, mikroba pelarut phospat dan mikroba selulotik. Tidak hanya itu MOL bonggol pisang juga tetap bisa digunakan untuk dekomposer atau mempercepat proses pengomposan. Hebat bukan ?

Bahan pembuatan MOL bonggol pisang :
  • 1 kg bonggol pisang
  • 2 ons gula merah
  • 2 liter air beras.


Cara membuat MOL bonggol pisang :

  • Bonggol pisang dipotong-potong kecil lalu ditumbuk-tumbuk
  • Iris – iris gula merah lalu masukkan dalam air cucian beras dan aduk-aduk sampai larut
  • Campurkan air cucian beras yang sudah ada gulanya ke dalam bonggol pisang.
  • Masukkan dalam jerigen dan tutup rapat, setiap 2 hari atau jika menggelembung buka tutupnya.
  • Dari pengalaman, setelah 15 hari biasanya siap digunakan.

Sekali lagi kami mengajak rekan-rekan untuk selalu memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitar lingkungan kita. Coba kalau kita praktekkan dan terapkan resep-resep MOL yang mudah ini, pasti bisa sangat mengurangi biaya usaha kita. Paling tidak bisa mengurangi biaya pembelian pupuk kimia maupun pupuk organik cair ( POC).

Semoga resep MOL Bonggol Pisang tersebut bisa bermanfaat.
Read More..

Membuat Mikro Organisme Multi Fungsi

Kita sering sekali ditawari untuk membeli produk organik yang mempunyai berbagai macam fungsi . Dibrosurnya tertulis untuk menguraikan sampah, membuat bokhasi, menggemukkan ternak, menghilangkan bau kotoran ternak dll. Cairan yang mengandung mikroorganisme multi fungsi, warna dan aroma berbeda-beda sesuai dengan jenis buahnya (tapi baunya harum) :

Manfaat Mikro Organisme Multi Fungsi antara lain untuk :
  1. Dengan mikroorganisme tersebut hanya butuh waktu satu minggu dalam pembuatan silase. Dalam satu minggu, Silase (Pakan berkadar air tinggi hasil fermentasi yang diberikan kepada hewan ternak) sudah berbau harum dan siap digunakan.
  2. Bisa digunakan untuk menghilangkan bau kotoran ternak. 
  3. Bisa juga untuk menyehatkan ternak.
  4. Selain itu juga bisa digunakan untuk menggemukkan ternak, Kenapa bisa gemuk ? karena nafsu makannya yang meningkat semenjak dikasih mikroorganisme tersebut.
  5. Pembuatan bokhasi/ kompos ataupun memfermentasi pupuk organik lain juga bagus hasilnya.
Bahan mikroorganisme multi fungsi :
  1. Campuran berbagai macam buah-buahan yang telah masak exp: semangka, melon, nanas, mangga, jambu, belimbing dll 1 kg.
  2. Molase atau larutan gula jawa (untuk membuat larutan gula jawa: larutkan gula jawa dalam air panas dengan perbandingan 1 : 1) 0,5 liter. Penggunaan larutan gula jawa harus setelah benar-benar dingin.
  3. Koran bekas/ baru
  4. Karet gelang
  5. Kain penyaring (boleh kaos bekas atau baju bekas dll)
Cara membuat mikroorganisme multi fungsi :
  1. Potong kecil-kecil berbagai macam buah-buahan tersebut (kurang lebih 1 cm3)
  2. Masukkan buah-buahan tersebut dalam toples
  3. Siram dengan molase atau larutan gula jawa
  4. Tutup toples dengan kertas koran dan ikat dengan karet
  5. Setelah dua minggu saring dan peras dengan kain
  6. Larutan/ air perasan yang dihasilkan siap digunakan untuk berbagai keperluan diatas
Cara menggunakan mikroorganisme multi fungsi :
  1. Jika akan digunakan sebaikknya mikroorganisme multi fungsi tersebut kita encerkan terlabih dahulu. Buat larutan gula atau larutan molase dengan perbandingan gula/ molase : mikroorganisme multi fungsi : air = 5 : 1 : 100
  2. Diamkan dulu larutan tersebut hingga 24 jam.
  3. Baru larutan tersebut kita gunakan untuk pembuatan silase, campuran/ minuman ternak, pembuatan kompos, kita semprotkan ke tanah dan tanaman sebagai penyubur dll.
Read More..

Membuat (MOL) Mikro Organisme Lokal dari Nasi

Istilah MOL atau kepanjangannya Mikro Organisme Lokal sudah banyak dikenal. MOL mudah dibuat dan mudah diaplikasikan. Cara dan metode pengembangan MOL pun bermacam-macam. Namun, kadang-kadang suatu resep MOL yang berhasil diterapkan di suatu tempat, seringkali kurang berhasil dilakukan di tempat lain. Meskipun demikian pembuatan MOL merupakan salah satu cara untuk membuat petani mandiri.

Silahkan Anda coba sendiri dan buktikan sendiri khasiatnya.

MOL Nasi adalah resep dari petani di Brastagi, Medan. Di sana adalah daerah pertanian yang cukup subur. Dan mereka secara turun temurun telah membuat MOL dengan cara mereka sendiri.

Cara pembuatan MOL Nasi yang mereka lakukan adalah sebagai berikut :

1. Sisa nasi dipendam dalam tanah.
2. Setelah beberapa hari, nasi diambil lagi,
3. Nasi tersebut diencerkan dengan air dan digunakan untuk mengkomposkan bahan-bahan organik.

Bahan organik yang telah dicampur dengan nasi tadi kemudian dipendam selama beberapa hari sampai hancur dan lumat seperti tanah. Kompos yang telah jadi ini dapat langsung digunakan untuk memupuk tanaman.
Read More..